Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Pembicara dan Pendengar Setia

Temen-temen berada di tim yang mana?? Apakah yang suka sekali berbicara panjang lebar? Ataukah yang lebih banyak diam karena mendengarkan orang lain berbicara?  Tak ada bedanya, karena itu sangat berkaitan. Ketika kita menutup erat telinga kita, mulutpun akan berbicara. Begitu juga sebaliknya, ketika kita menahan mulut berbicara maka telingalah yang akan mendengar. Karena ada saatnya kita menjadi pembicara dan menjadi pendengar setia. Yasss... Sampaikanlah ide atau pendapatmu dengan caramu, dan buatlah mereka terpaku akan gagasanmu yang berlian. Jangan biarkan semua yang keluar dari fikiranmu itu tertahan tak tersampaikan. Terkadang kita lebih memilih untuk diam tanpa harus menyampaikan apa yang telah kita fikirkan. percaya ga sih kalau orang yang diam itu di dalam otaknya sedang memikirkan sesuatu yang entah menjalar hingga kemana-mana? Percaya engga percaya ya begitulah adanya. terkadang kita melihat orang yang diam dan sudah berfikir panjang namun tak disam...

Ada atau Tiada(?)

Gambar

Indah Pada Waktunya

Gambar
" Bagaimana bisa aku untuk tidak membencinya?" Pertanyaan itulah yang sering kali dilontarkan oleh mereka yang telah tersakiti. "Sungguh aku sangat membencinya!!" Dan ini kalimat terakhir yang sungguh amat menyiksa.  Hei.. sadarlah.. kita sesama makhluk Tuhan untuk apa saling membenci? Untuk apa membenci mereka yang telah menyakitimu? Tidak bisakah kamu memaafkannya? Maafkanlah mereka, Tuhanmu maha pemaaf bukan? bahkan kau saja yang tidak memiliki kuasa kenapa tak bisa memaafkan?. Cobalah untuk tidak membenci, cobalah untuk tidak melontarkan kata benci. tak ada salahnya bukan jika kamu memaafkan? Akankah ini merugikan? Tidaak!! Kamu bahkan memperoleh banyak hikmah, bukankah banyak sekali manfaat yang dari kata memaafkan itu? Tentu, amat banyak.  Dari kata maaf, kau berusaha untuk berlapang dada, dimana ini melatih kesabaranmu, hidupmu juga akan lebih tertata, berwarna, tak ada dendam yang mengusik. Cobalah untuk merealisasikannya, tak lama kamu akan bertem...

Nalurimu

Hei kamu,, Iya kamu,,, Yang kuharap dalam diam  Pandanganmu perlahan menyentuhku Tak sengajaku meraih tatapanmu Kutundukkan ragaku demi menahan seluruh hawa nafsu yang menggerogoti jiwa Maafkan daku tak mampu membalas senyum itu Tak bermaksud memberi jarak atau malah memberi harapan  Tetaplah seperti ini Seperti dikau yang selalu melempar aroma menawan Hingga ku tertatih untuk mengharapmu Aku hanya sedang menunggu waktu  Waktu dimana kita bertemu pandang membayar segala yang tertahan selama ini Membayar kepastian yang selama ini diragukan Yakinlah, pasti ada saatnya -mdn- Semarang, 9 September 2018