Nalurimu

Hei kamu,,
Iya kamu,,,

Yang kuharap dalam diam 
Pandanganmu perlahan menyentuhku
Tak sengajaku meraih tatapanmu
Kutundukkan ragaku demi menahan seluruh hawa nafsu yang menggerogoti jiwa
Maafkan daku tak mampu membalas senyum itu
Tak bermaksud memberi jarak atau malah memberi harapan 

Tetaplah seperti ini
Seperti dikau yang selalu melempar aroma menawan
Hingga ku tertatih untuk mengharapmu

Aku hanya sedang menunggu waktu 
Waktu dimana kita bertemu pandang membayar segala yang tertahan selama ini
Membayar kepastian yang selama ini diragukan
Yakinlah, pasti ada saatnya

-mdn-
Semarang, 9 September 2018 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Berharga dari Kesalahan Kecil

Momen Kecil, Syukur Besar..

Saat Kita jadi Musuh Terbesar bagi Diri Sendiri