Postingan

Seni Melepaskan dengan Ikhlas

Hi everyoneee!! hihi seperti biasa, jadwal seminggu sekali dan baru posting pagi ini.  Kali ini aku mau sharing tentang melepaskan. Gak selalu yang namanya melepaskan itu baik-baik aja, kecuali kita iringi dengan ikhlas. "Tapi ikhlas gak semudah itu tau." hahah ya bener emang, lebih tepatnya untuk melepaskan dengan ikhla itu butuh proses, dan itu waktunya juga gak sebentar. Pelan-pelan, nikmati, hhm kalau aku sih gakpernah ketinggalan dengan afirmasi positif k diri sendiri juga ya, maafin diri, maafin sekitar, dan maafin apa yang udah terjadi. Kadang afirmasi positif itu seberpengaruh itu loh. ^^  Ada satu fase dalam hidup yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya: fase ketika kita harus belajar melepaskan. Melepaskan bisa berarti banyak hal—seorang teman yang ternyata tidak lagi sejalan, sebuah hubungan yang lebih sering membawa luka daripada bahagia, atau bahkan harapan yang tidak pernah benar-benar menjadi kenyataan. Awalnya, proses ini terasa berat. Ada perasaan...

Seni Menerima Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Hiii everyonee,, terlalu banyak yang dilakukan sampai lupa untuk posting tulisan kecil aku untuk kalian.  Dalam hidup, kita sering kali merasa ingin mengendalikan segalanya. Dari rencana kecil sehari-hari sampai tujuan besar di masa depan, ada rasa lega ketika semuanya sesuai dengan keinginan kita. Namun, kenyataannya tidak selalu berjalan mulus. Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali, dan di situlah sering muncul rasa kecewa, cemas, atau bahkan marah. Kita cenderung lupa bahwa tidak semua hal memang bisa kita atur. Kita bisa bekerja keras, menyusun strategi sebaik mungkin, bahkan berusaha memberi yang terbaik, tetapi hasil akhirnya belum tentu sama seperti yang kita harapkan. Terkadang, yang membuat kita benar-benar lelah bukanlah masalah itu sendiri, melainkan usaha keras untuk mengendalikan sesuatu yang memang bukan milik kita untuk dikendalikan. Belajar melepaskan kontrol bukan berarti berhenti berusaha. Justru, di sinilah kita belajar membedakan mana hal yang memang ada...

Kekuatan dari Kegagalan Kecil

Hii everyonee,, aku mau sharing sedikit tentang kegagalan yang jadi kekuatan kita untuk tumbuh lebih baik.  Teman-teman pernah gak merasa begitu terpukul hanya karena sebuah kegagalan kecil? Entah saat salah mengambil keputusan sederhana, membuat kesalahan sepele di pekerjaan, atau mengalami penolakan yang sebenarnya bukan hal besar. Namun anehnya, hati teman-teman bisa terasa begitu hancur, seolah dunia berhenti sejenak. Hhmm sering kali kita menganggap kegagalan kecil sebagai tanda kelemahan , bukti bahwa kita tidak cukup mampu. Padahal, kalau kita mau berhenti sejenak untuk merenung, kegagalan kecil justru menyimpan kekuatan yang tidak terlihat. Ia hadir bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk melatih. Kegagalan kecil adalah latihan mental yang berharga. Ia mengajarkan kita tentang kerendahan hati , bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginan. Ia melatih keberanian untuk mencoba lagi, meski dengan risiko yang sama. Dan yang lebih penting, kegagalan kecil membentuk k...

Saat Kita jadi Musuh Terbesar bagi Diri Sendiri

Morning everyonee!!   *lumayan telat banget ya posting kali ini huhu  Gimana hari-hari kalian belakangan ini? Menyenangkan bukan? hhmm atau malah bikin emosi negatif kalian campur aduk ya? hahaha apapun itu, gamasalah kok, asal teman-teman bisa segera aware dengan apa yang dirasa.  Lagi marah? kesal? atau benci? sama diri sendiri atau mungkin seseorang atau bahkan dengan hal lainnya? Nikmatin dulu aja gak sih marahnya, cerna pelan-pelan, apa yang sebenarnya bikin teman-teman merasa marah atau kesal, butuh waktu berapa lama kira-kira dan gimana untuk mengatasinya. Paling penting itu, take your time , self control juga gak kalah penting ya, kalo bisa jangan libatkan orang lain untuk merasakan emosi negatif teman-teman.  Untuk itu, coba ambil space sebentar untuk cerna emosi dan kontrol diri teman-teman ya ^^ Hhm sering kali kita tanpa sadar menjadi hakim paling keras untuk diri sendiri . Ketika melakukan kesalahan kecil, kita langsung merasa seolah dunia runtuh, piki...

Pelajaran Berharga dari Kesalahan Kecil

Hiii everyonee!! Kalau saat ini aku tanya, "minggu ini rasanya kayak gimana? Biasa aja, penuh kejutan, atau justru bikin campur aduk? hahah Aku tanya gini soalnya aku juga lagi ngerasain fase di mana tiap hari tuh kayak punya plot twist-nya sendiri. Kadang ketawa lebar, kadang juga bengong mikirin sesuatu yang nggak jelas—tapi semua itu kayak jadi bagian dari perjalanan yang nggak bisa aku skip. Iya gak sih? Kalau kamu melihat ke belakang, kapan terakhir kali kamu melakukan kesalahan yang membuatmu berpikir, 'Kenapa aku bisa begitu, ya?' Bukan kesalahan besar yang mengubah hidup, tapi yang cukup bikin hati terasa nggak nyaman. Sesuatu yang mungkin terlihat sepele di mata orang lain, tapi di dalam hati kamu tahu—itu jadi pelajaran yang nggak bisa diabaikan. Beberapa waktu lalu, aku mengalami hal seperti itu. Awalnya kupikir ini cuma momen kecil yang akan lewat begitu saja. Tapi ternyata, perasaan bersalahnya menempel lebih lama dari yang kuduga. Rasanya seperti memegang cer...

Aku Kembali Bukan Karena Lupa, Tapi Karena Sudah Lebih Mengerti

Haiii everyoneee!!! I'm back guyss!! hahah apasih, kayak abis darimana aja yah haha.  But, serius, kali ini aku agak telat ya (bukan agak tapi emg telat, banget hahah), telat untuk postingan tulisanku, yaa setelah melalui beberapa momen up and down yang kadang bikin aku benar-benar bingung banget buat jalanin satu persatu semuaanya, yaahh kalian juga pasti pernah ada di posisi itulah ya, jadi paham dong? hahah. Kali ini, aku mau sedikit ngeluapin isi hati aku setelah beberapa waktu yang aku lewatin ini, gatau kalian bisa pahami bahkan bisa relate dengan tulisanku atau engga, tapi yaa inilah keruwetan perasaanku akhir2 ini. Perlahan better, tapi bukan berarti benar-benar sudah baik-baik aja hahaha. Kalian jangan lupa bahagia ya guys.☺   *** Aku pernah memilih menjauh. Bukan karena aku ingin menghilang tanpa jejak atau mengabaikan yang dulu pernah dekat, tapi karena di satu titik, aku merasa dunia di sekelilingku terlalu penuh oleh suara-suara yang tidak lagi bisa kuikuti, ...

Apa yang Aku Pelajari dari Diam-diam Mengambil Jarak

Haii everyonnnee!! Bagaimana harimu kemarin? betterkah dari sebelumnya? Kalian pernah mencoba untuk memberi jarak dari apapun dan siapapun tidakk? Bagaimana menghadapinya? dan bagaimana perasaan setelah melaluinya? Sharing yuu ^^ Ada masa di mana aku merasa terlalu bising di dalam, hingga keheningan menjadi satu-satunya suara yang bisa aku pahami. Bukan karena aku tidak ingin dekat, tapi karena aku tidak tahu lagi bagaimana cara hadir tanpa menghilangkan diriku sendiri. Lalu diam-diam, aku mengambil jarak. Tanpa kata pamit, tanpa penjelasan panjang. Bukan karena ingin pergi selamanya, tapi karena aku butuh ruang untuk bisa merasa ada di dalam diriku sendiri. Aku pernah merasa bersalah karenanya. Merasa harusnya aku bisa menjelaskan. Tapi semakin aku coba, semakin aku merasa tidak dipahami—dan pada akhirnya justru menyakiti diri sendiri. Dan selama aku berjalan menjauh itu, aku mulai mengerti satu hal jarak bukan tentang menghilang. Tapi tentang memberi napas,  memberi ruang untuk ...

Saat Ingin Dimengerti, Tapi Terjebak di Antara Luka dan Salah Paham

Hiii everyoneee!! apakah harimu belakangan ini menyenangkan? atau kamu mendapati hari-harimu menciptakan emosional yang campur aduk? take your time yaa guyyss, semua akan segera baik-baik aja.☺  "Ada banyak hal yang tidak perlu dijelaskan ke dunia luar. Tapi sebagian rasa, tetap ingin diurai lewat kata. Aku kembali, bukan sebagai orang yang sepenuhnya pulih, tapi yang sedang terus belajar mengerti." Ada saat-saat di mana kita ingin dimengerti, tapi kata-kata terasa terlalu sempit untuk menjelaskan semuanya. Kita hanya ingin tenang. Ingin melangkah perlahan keluar dari pusaran yang membuat lelah—tanpa harus menjelaskan setiap langkah, setiap alasan, dan setiap pilihan yang diambil dengan berat hati. Namun tak semua orang bisa melihat proses yang sedang dijalani. Tak semua orang tahu bahwa kita sedang mencoba, meski dengan cara yang tak mereka mengerti. Ada orang yang membuat kita marah. Seseorang yang dengan sengaja melukai, memancing emosi, bahkan menantang batas sabar yang...