Pelan Bukan Berarti Tertinggal

Hii everyonee!! How's your day???!

Kali ini aku mau cerita sedikit tentang apa yang mengganggu pikiran ku akhir-akhir ini -- yaa gak akhir-akhir ini juga sih wkwkw 😝. Yaa mungkin bukan aku aja, sebagian teman-teman di luar sana juga memikirkan hal yang sama seperti aku, ya mungkin sih, atau memang di fase querter life crisis gini tuh mesti akan menghadapi masa-masa memikirkan hal ini. Kira-kira apa yahh??

Pernah gak sih kalian berpikir merasa tertinggal dari teman-teman atau lingkungan sekitar kalian? merasa waktu cepat banget berputarnya, kalau mau ngebandingin nih ya, merasa teman-teman sepantaran sudah dengan pencapaianya masing-masing. Sedangkan kita masih disini-sini aja, masih stuck dengan yang saat ini dimiliki atau mungkin masih dengan segala macam keberandai-andaiannya hahha bangun kali, jangan kelamaan tidur makanya. 

Hampir setiap hari keluar masuk sosial media, atau ketemu dengan teman-teman yang sudah lama gak ketemu, melihat dan mendengarkan segala macam pencapaiannya mereka, yang tadinya excited lama-lama kok jadi minder ya, lama-lama merasa diri gak ada apa-apanya, jauh tertinggal dari mereka atau dengan jaman yang semakin didepan -- iklan motor kali dah hahaha. Belum lagi kalau lagi kumpul-kumpul sama keluarga besar dan ya satu dua pasti adalah ya yang saudaranya atau mungkin tantenya tuh yang rese, banyak tanya ini dan itu, banyak komentar hidup orang apalagi yang sampe ngatur-ngatur hidup orang, "coba deh kamu ikut ini, anak tante loh bla bla bla .." adaaaa aja yang diomonginnya ke kita tanpa mereka tau dan paham apa yang sebenarnya kita lalui. 

Sadar gak sih, dengan segala tuntutan hidup dan rasa tidak percaya dirinya kita itu malah membuat kita  jadi kurang rasa bersyukur loh. Padahal apa yang kita miliki saat ini juga merupakan impian orang-oran di luar sana, tapi karena kita melihat pencapaian orang-orang yang lebih wah dari kita, jadi pencapaian kecil kita ini jadi gak berarti. Susah payah loh kalian untuk mendapatkan apa yang kalian miliki saat ini. Kalau kita ulas ke belakang, gimana coba perjuangan kalian, yang sampai mengorbankan waktu kumpul atau nongki cans bareng teman-temannya, ada yang tiap hari begadang untuk persiapan test, ada yang perlu menyisihkan uang jajannya demi membeli buku yang dibutuhkan, dan banyak lagi perjuangannya. 

"kenapa berpikir begitu Mill? apa maksudnya kita gaboleh untuk kejar yang lebih lagi dari sekarang?"

Bukan begitu maksudnya, memang manusiawi gak sih, hidup gada rasa puasnya, belom lagi kalo udah liat rumput tetangga lebih hijau, duhh bawaannya gatelkan pengen juga hahaha. Tenang guys, aku gak nyuruh kalian untuk stop berjuang. Boleh kok untuk dapetin yang lebih lagi, tapi ingat jangan terlalu memaksa diri, semua ada porsinya masing-masing dan yang pasti semua ada waktunyanya yang tepat. Jadi gak salah dong kalau better kita nikmati dulu pencapaian-pencapaian kecil kita ini sambil menikmati proses untuk k tahap selanjutnya lagi. Kalau terburu-buru nanti yang ada malah gak maksimal dan hasilnya juga jadi gak bagus untuk kita bahkan sekitar. 

Ingat ya guys, proses masing-masing orang itu beda-beda, ada yang lambat tapi konsisten, ada yang gerak cepat tapi terkesan terburu-buru, ya apapun itu kembali ke proses kita, pelaan bukan berarti tertinggal kan ya? semua kita itu berjalan dengan kecepatan yang berbeda, dan justru itu mempengaruhi waktu atas pencapaian-pencapaian yang dimiliki. Jadi plis stop bandingin diri kamu k orang lain ya, tapi bandingkan diri kamu yang sekarang dengan diri kamu yang sebelumnya. Hayo gausah anggap diri paling sempurna deh, tanpa sadar kita tuh makin kesini malah makin ngalamin kemunduran dalam diri kita, makanya fokus plus 1 tiap harinya dan fokus sama perkembangan diri kita bukan malah sibuk liat perkembangan diri orang lain. Kasian kan diri sendiri aja masih butuh perhatian eh ini malah perhatiin orang lain dulu wkwkkw jangan ya dek ya 😄.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Berharga dari Kesalahan Kecil

Momen Kecil, Syukur Besar..

Saat Kita jadi Musuh Terbesar bagi Diri Sendiri