Saat Ingin Dimengerti, Tapi Terjebak di Antara Luka dan Salah Paham
Hiii everyoneee!!
apakah harimu belakangan ini menyenangkan? atau kamu mendapati hari-harimu menciptakan emosional yang campur aduk? take your time yaa guyyss, semua akan segera baik-baik aja.☺
"Ada banyak hal yang tidak perlu dijelaskan ke dunia luar. Tapi sebagian rasa, tetap ingin diurai lewat kata. Aku kembali, bukan sebagai orang yang sepenuhnya pulih, tapi yang sedang terus belajar mengerti."
Ada saat-saat di mana kita ingin dimengerti, tapi kata-kata terasa terlalu sempit untuk menjelaskan semuanya. Kita hanya ingin tenang. Ingin melangkah perlahan keluar dari pusaran yang membuat lelah—tanpa harus menjelaskan setiap langkah, setiap alasan, dan setiap pilihan yang diambil dengan berat hati.
Namun tak semua orang bisa melihat proses yang sedang dijalani. Tak semua orang tahu bahwa kita sedang mencoba, meski dengan cara yang tak mereka mengerti.
Ada orang yang membuat kita marah. Seseorang yang dengan sengaja melukai, memancing emosi, bahkan menantang batas sabar yang selama ini dijaga. Dan kita diam. Bukan karena lemah, tapi karena ingin menjaga kendali atas diri sendiri—meski di dalam kepala, amarah menumpuk dan ingin meledak. Walau akan ada saatnya semua emosi tersebut meledak, kadang membuat kita jadi hilang kendali atas diri kita.
Lalu kita terjebak di tengah. Antara rasa ingin membela diri, dan rasa bersalah yang perlahan tumbuh. Antara keinginan untuk menjelaskan semuanya, dan kenyataan bahwa tidak semua hal perlu dikatakan. Tidak semua orang akan bisa mengerti—bahkan jika kita ceritakan semuanya dari awal.
Dan mungkin… satu-satunya hal yang bisa dilakukan saat ini adalah tetap melangkah. Dengan pelan, dengan hati-hati, sambil tetap belajar menjadi lebih jujur—setidaknya pada diri sendiri.
Bagaimana dengan kalian? pernah punya pengalaman yang sama? bagaimana cara kalian menyikapinya? Sharing yuk di kolom komentar ^^
Komentar
Posting Komentar