"Aku Sedang Belajar Memaafkan Tanpa Balasan"

 

Hiii everyoneee!! 

Kalian pernah gak sih merasa kecewa dengan seseorang atau sesuatu yang kalian tuh udah yakin banget dengan apa yang kalian inginkan ada di sana, tapi nyatanya malah sakit yang di dapat. Nahloh kan makanya jangan suka taruh atau gantung harapan dan kebahagian selain bukan pada diri sendiri dan pada Tuhan, gaenak kan rasanya haahha. 

Emang kadang sulit sih untuk dijelaskan bagaimana perasaannya. Ada luka-luka yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan permintaan maaf. Ada kalimat-kalimat yang tak pernah sempat diucapkan, dan ada penjelasan yang tak akan pernah datang.

Dulu, aku pikir memaafkan itu harus ada proses dua arah. Dia salah, dia sadar, dia minta maaf, lalu aku memaafkan. Ternyata tidak sesederhana itu.

Ternyata, dalam banyak kasus, aku hanya punya satu pilihan:
memaafkan... tanpa pernah mendapatkan balasan apapun.

Tanpa penjelasan.
Tanpa pengakuan.
Tanpa perbaikan.
Tanpa penyesalan dari pihak sana.

Sakit? Jelas. Tapi yang lebih menyakitkan adalah menyimpan racun di hati sendiri dan berharap orang lain yang tersakiti. Aku belajar bahwa memaafkan bukan tentang membenarkan apa yang mereka lakukan. Bukan juga tentang melupakan, tapi tentang membebaskan diriku dari beban yang sudah terlalu lama kupanggul sendirian.

Kadang, aku masih berharap mereka sadar, masih ada bagian kecil dalam diriku yang ingin mereka tahu—aku tersakiti. Tapi makin lama aku hidup, aku sadar... hidup ini bukan tempat untuk terus menunggu yang tak pasti.
Memaafkan adalah pilihan.
Dan aku memilihnya, bukan untuk mereka. Tapi untukku.

Untuk tidur lebih tenang.
Untuk hati yang lebih ringan.
Untuk hidup yang ingin kulanjutkan tanpa terus menoleh ke belakang.

Aku sedang belajar, pelan-pelan...
dan tidak apa-apa kalau prosesnya tidak cepat.
Yang penting, aku bergerak.

Menurut teman-teman gimana soal memaafkan ini? Punya pengalaman sama? sharing di kolom komentar yukk ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Berharga dari Kesalahan Kecil

Momen Kecil, Syukur Besar..

Saat Kita jadi Musuh Terbesar bagi Diri Sendiri